Starknet (STRK) tengah mempertimbangkan perubahan dari blockchain Layer 2 (L2) Ethereum (ETH) menjadi Layer 1 (L1) independen untuk memperkuat keamanan terhadap ancaman komputer kuantum pada 2027.
Langkah ini bertujuan memberikan kendali lebih besar kepada pengembang dalam memperbarui sistem keamanan jaringan, terutama pada komponen yang masih bergantung pada Ethereum.
Melansir CryptoPotato, Rabu (14/10/2026), rencana tersebut masih dalam tahap pertimbangan dan belum menjadi keputusan resmi.
Mengapa Starknet Ingin Beralih ke Layer 1?
Starknet sebenarnya telah menggunakan zero-knowledge STARK proofs, teknologi kriptografi berbasis fungsi hash yang dirancang untuk memverifikasi transaksi dan lebih tahan terhadap ancaman komputasi kuantum.
Namun, perlindungan tersebut belum mencakup seluruh infrastruktur jaringan karena dua komponen masih bergantung pada teknologi Ethereum.
Pertama, bridge Starknet-Ethereum masih menggunakan kriptografi kurva eliptik (elliptic-curve cryptography) untuk komunikasi antarkedua jaringan. Sistem ini berpotensi rentan jika komputer kuantum mencapai kemampuan yang cukup tinggi.
Kedua, mekanisme penyimpanan data Starknet di Ethereum menggunakan KZG commitments yang juga menghadapi risiko serupa.
Apabila KZG berhasil diserang, ketersediaan data dapat terganggu, meskipun STARK proofs tetap melindungi validitas status jaringan.
Starknet Targetkan 2027, Ethereum Bidik 2029
Perbedaan jadwal pembaruan keamanan menjadi salah satu pertimbangan Starknet untuk mengembangkan jaringan mandiri.
Ethereum menargetkan ketahanan kuantum penuh pada Layer 1 pada akhir 2029, sementara Starknet ingin mencapainya dua tahun lebih awal.
Kekhawatiran terhadap ancaman ini semakin meningkat seiring perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang dinilai berpotensi mempercepat kemajuan riset matematika dan kriptografi.
Pada 7 Oktober 2026, peneliti Ethereum Justin Drake menyerukan persiapan menghadapi skenario darurat yang disebut bunker mode. Ia menyarankan migrasi aset secara terkendali ke alamat yang kunci publiknya belum terekspos.
Namun, pendiri Ethereum Vitalik Buterin mengingatkan agar perpindahan tersebut tidak dilakukan secara terburu-buru.
Sehari kemudian, pendiri Starknet Eli Ben-Sasson menekankan bahwa kesiapan menghadapi ancaman kuantum membutuhkan pemilihan kriptografi yang tepat dan kemampuan memperbarui sistem keamanan.wwbola