Harga XRP menunjukkan peluang pemulihan setelah tiga indikator teknikal memberikan sinyal beli secara berurutan. Namun, aset kripto ini masih kesulitan bertahan di atas US$1,30 dan berisiko kembali turun sebelum melanjutkan kenaikan.
Analis kripto Ali Martinez menemukan sinyal Sequential 13, TD 9, dan Aggressive 13 pada grafik XRP. Ketiganya mengindikasikan potensi terbentuknya titik terendah sementara atau local bottom.
Melansir dari CryptoPotato pada Jumat (16/10/2026), Martinez memperkirakan XRP berpeluang menguat menuju US$1,42 hingga US$1,60 apabila berhasil memantul dari area US$1,25.
3 Indikator Teknikal XRP Berikan Sinyal Beli
Ali Martinez mengidentifikasi tiga indikator yang mengisyaratkan kemungkinan melemahnya tekanan jual pada XRP.
Sequential 13 menjadi sinyal pertama yang menunjukkan potensi kelelahan tren setelah harga mengalami tekanan dalam beberapa periode perdagangan.
Sinyal berikutnya berasal dari TD 9, bagian dari metode TD Sequential yang digunakan untuk mendeteksi kemungkinan perubahan arah pergerakan harga.
Sementara itu, Aggressive 13 melengkapi rangkaian indikator yang ditemukan Martinez. Sinyal ini juga berkaitan dengan potensi berakhirnya fase penurunan harga.
Kemunculan ketiganya menjadi perhatian karena memberikan indikasi serupa dalam analisis teknikal. Namun, pembentukan titik terendah belum dapat dipastikan hanya berdasarkan indikator tersebut.
Harga XRP Berpotensi Turun ke US$1,25 Sebelum Rebound
Meski muncul indikasi pemulihan, Martinez masih memperkirakan adanya kemungkinan koreksi lanjutan pada XRP.
Melalui grafik per jam, ia mengamati pergerakan harga dalam pola parallel channel, yakni kondisi ketika harga bergerak di antara dua garis tren yang relatif sejajar.
Dalam analisisnya, US$1,25 menjadi area yang diperhatikan sebagai potensi titik pantulan sekaligus peluang pembelian.
Jika harga berhasil memantul dari area tersebut, XRP berpeluang bergerak menuju US$1,42. Penguatan lebih lanjut dapat membawa harga mendekati US$1,60, yang merupakan batas atas kanal pergerakan.
Sebaliknya, penurunan yang berlanjut di bawah area US$1,25 dapat melemahkan skenario pemulihan tersebut.wwbola