Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Gradient Tantang Raksasa AI! Era Open Intelligence Sudah Dimulai

Posted on November 29, 2025

Gradient mengguncang industri kecerdasan buatan setelah memperkenalkan pendekatan baru berbasis Open Intelligence, sistem AI terdesentralisasi yang tidak lagi bergantung pada infrastruktur raksasa teknologi seperti OpenAI dan Anthropic.

Menurut laporan dari Tiger Research, pendekatan ini muncul di tengah kekhawatiran global terhadap meningkatnya ketergantungan pada layanan AI terpusat.

Ancaman Ketergantungan pada Big Tech Makin Nyata

Selama ini, sebagian besar layanan AI bergantung pada pusat data dan API milik segelintir perusahaan besar. Ketergantungan ini dinilai berbahaya karena satu keputusan internal dapat menghentikan operasional banyak pihak.

Kasus paling jelas terjadi pada 2025, ketika Anthropic memblokir akses Claude API untuk startup AI coding Windsurf, menyebabkan layanan mereka lumpuh total.

Gradient menilai kondisi seperti ini membuktikan bahwa Sovereign AI, AI yang sepenuhnya berada di bawah kendali pengguna bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak.

Solusi Gradient: Open Intelligence Stack

Gradient menawarkan model alternatif: menghubungkan komputer idle di seluruh dunia menjadi satu jaringan komputasi global.

Laptop gaming, server kampus, GPU lab, hingga PC rumahan dapat digabungkan menjadi satu kluster raksasa untuk menjalankan dan melatih model AI.

Tiga teknologi inti yang mendukung sistem ini:

  • Lattica – protokol P2P untuk menghubungkan ribuan perangkat meski berada di balik firewall atau NAT.
  • Parallax – mesin inference terdistribusi yang membagi model LLM ke banyak perangkat dan menjalankannya secara paralel.
  • Echo – framework reinforcement learning terdistribusi yang memungkinkan pelatihan model open-source tanpa pusat data mahal.

Dengan kombinasi ini, siapa pun dapat menjalankan model LLM seperti Qwen atau Kimi tanpa biaya pusat data miliaran rupiah.

Tim Peneliti Kelas Dunia & Pendanaan Besar

Gradient didukung peneliti dari UC Berkeley, ETH Zurich, dan HKUST, serta kolaborasi riset dari Google DeepMind dan Meta.

Mereka juga telah mengamankan pendanaan USD 10 juta dari Pantera Capital, Multicoin Capital, dan HSG.

Pendanaan besar ini menunjukkan bahwa model AI terdesentralisasi mulai dipandang sebagai alternatif serius bagi dominasi Big Tech.

Apa Artinya untuk Masa Depan AI?

Jika berhasil, Gradient dapat membawa AI ke arah lebih terbuka, lebih terjangkau, dan tidak dimonopoli oleh segelintir perusahaan.

Namun, tantangan besar tetap ada, seperti verifikasi komputasi, keamanan jaringan, serta konsistensi kualitas model. Gradient menyatakan riset untuk mengatasi tantangan tersebut masih terus berjalan.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Tether Membekukan $5 Juta, Mengungkap Risiko Sentralisasi Stablecoin
  • Struktur Panji Makro Ethereum Selaras dengan Sinyal Dasar Lokal di Seluruh Segmen Pasar
  • SEI Siap Melaju di Tengah Pemulihan Altcoin
  • BitMine Mengakuisisi 14.618 ETH, Memperkuat Strategi Akumulasi Ethereum-nya
  • Monad Salip Ethereum Setelah Inflow Stablecoin Tembus Rp63 Triliun

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2025 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme