Bitcoin (BTC) memasuki pekan yang krusial dengan volatilitas tinggi seiring meningkatnya tekanan terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
Kombinasi kritik politik ke The Fed, rilis data inflasi Amerika Serikat, serta dinamika likuiditas pasar membuat pergerakan harga Bitcoin kembali sulit ditebak.
Pada awal pekan, Bitcoin sempat menembus area US$92.000 sebelum kembali bergerak fluktuatif.
Lonjakan tersebut terjadi di tengah meningkatnya sensitivitas pasar terhadap isu makro, khususnya arah suku bunga AS dan stabilitas kebijakan moneter global.
Berikut lima hal penting yang perlu dicermati dari pergerakan Bitcoin pekan ini.
1. Lonjakan Awal Pekan Picu Kewaspadaan Trader
Bitcoin membuka pekan dengan pergerakan naik yang relatif tajam, didorong oleh aktivitas pasar Asia. Namun, sebagian trader justru memandang kenaikan ini dengan skeptis.
Secara historis, reli yang terjadi sebelum pembukaan pasar keuangan tradisional sering kali tidak bertahan lama.
Beberapa pelaku pasar menilai lonjakan awal pekan lebih mencerminkan reaksi jangka pendek terhadap sentimen global, bukan perubahan tren yang solid.
Kondisi ini membuat pasar cenderung berhati-hati, terutama di area harga psikologis yang rawan pembalikan arah.