Pendiri Ethereum (ETH), Vitalik Buterin, menegaskan bahwa Ethereum harus mampu bertahan dan tetap bernilai bahkan jika suatu hari para pengembang inti berhenti aktif mengerjakan protokolnya.
Konsep ini ia sebut sebagai “walkaway test”, sebuah tolok ukur ketahanan jangka panjang Ethereum sebagai infrastruktur blockchain.
Dalam pernyataannya di platform X pada Selasa (13/1), Vitalik menilai nilai Ethereum tidak boleh bergantung pada fitur yang belum ada atau janji pengembangan di masa depan.
Protokol Ethereum, menurutnya, harus cukup matang sehingga tetap aman dan relevan dalam jangka sangat panjang.
Ethereum Tidak Boleh Bergantung pada Developer Selamanya
Vitalik mengibaratkan Ethereum seperti palu. Setelah dibeli, palu tetap bisa digunakan tanpa bergantung pada produsen.
Sebaliknya, banyak layanan digital kehilangan fungsi saat pengembang atau penyedia jasanya berhenti beroperasi.
“Ethereum harus mencapai titik di mana proposisi nilainya tetap bertahan meskipun pengembangan aktif berhenti,” ujar Vitalik dikutip dari Cointelegraph.
Ia menekankan bahwa Ethereum perlu sampai pada fase di mana fitur inti sudah lengkap, sehingga protokol dapat “membeku” jika diperlukan tanpa mengorbankan keamanan maupun utilitas jaringan.