Federal Reserve menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50% – 3,75% dalam rapat Rabu (28/01) waktu Amerika Serikat.
Diberitakan oleh Reuters, The Fed menegaskan sikap wait and see di tengah inflasi yang masih sedikit di atas target dan pasar tenaga kerja yang mulai stabil. Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar.
Powell menilai ekonomi AS masih solid dan risiko inflasi serta pelemahan tenaga kerja telah berkurang, meski belum sepenuhnya hilang.
The Fed menegaskan arah kebijakan ke depan akan sangat bergantung pada data inflasi dan tenaga kerja berikutnya.
Dalam pernyataan resminya, The Fed tidak memberi sinyal waktu pasti untuk pemangkasan suku bunga berikutnya.
Powell menyebut kebijakan saat ini berada di posisi yang “well-positioned” untuk merespons berbagai skenario ekonomi.
“Kita yakin kebijakan yang kita buat berada di ranah yang tepa
Inflasi AS masih berada sekitar 1% di atas target 2%, sementara bahasa risiko terhadap pasar tenaga kerja dilunakkan dibanding pernyataan sebelumnya.
Ini memperkuat persepsi bahwa pemangkasan suku bunga tidak mendesak, tetapi tetap terbuka jika inflasi kembali turun atau ekonomi melambat.