Pemerintah AS yang dipimpin oleh Donald Trump resmi mengumumkan investasi sekitar $2 miliar untuk mendukung industri quantum computing di negara Paman Sam.
Langkah ini dinilai sebagai strategi baru AS untuk mempertahankan dominasi teknologi di tengah persaingan ketat dengan China, setelah sebelumnya fokus besar tertuju pada sektor AI.
Departemen Perdagangan AS menyebut dana tersebut akan disalurkan ke sembilan perusahaan quantum computing, termasuk IBM, GlobalFoundries, Rigetti, Quantinuum, dan D-Wave.
Selain memberikan pendanaan, pemerintah AS juga akan mengambil sebagian kepemilikan saham di beberapa perusahaan penerima dana.
Dalam kasus GlobalFoundries, pemerintah AS dikabarkan memperoleh sekitar 1% saham sebagai bagian dari kerja sama strategis.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan investasi ini bertujuan memperkuat teknologi quantum Amerika sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Quantum Computing Jadi Arena Baru AS vs China
Quantum computing merupakan teknologi komputer generasi baru yang menggunakan sistem qubit untuk memproses data jauh lebih cepat dibanding komputer biasa.
Teknologi ini diprediksi akan berdampak besar pada sektor AI, keamanan siber, keuangan, kesehatan, hingga blockchain.
AS juga menilai perkembangan quantum computing China semakin cepat dan berpotensi mengganggu dominasi teknologi Amerika di masa depan.
China sendiri telah menjadikan quantum computing sebagai prioritas nasional selama lebih dari satu dekade.
Industri Quantum Diprediksi Akan Meledak
IBM memperkirakan industri quantum computing bisa menciptakan nilai ekonomi hingga $850 miliar pada 2040.
Sementara McKinsey menyebut investasi global di sektor ini pada 2025 melonjak sekitar 6,3x menjadi $12,6 miliar.
Meski menuai kritik karena pemerintah terlalu agresif masuk sebagai investor teknologi, langkah Trump menunjukkan bahwa quantum computing kini dipandang sebagai industri strategis berikutnya setelah AI.