Ethereum dan Polkadot adalah dua blockchain yang sering dibandingkan karena sama-sama mendukung smart contract dan pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps).
Sebelum memahami perbedaannya, penting mengetahui cara kerja blockchain sebagai teknologi yang menjadi dasar berbagai jaringan aset digital modern.
Meski memiliki tujuan yang serupa, keduanya menggunakan pendekatan arsitektur yang berbeda untuk meningkatkan skalabilitas, interoperabilitas, dan mendukung perkembangan Web3.
Melalui artikel ini, kita akan membahas perbedaan Ethereum dan Polkadot dari sisi teknologi, cara kerja, ekosistem, dan penerapannya agar keunggulan masing-masing dapat dipahami secara objektif.
Ethereum (ETH to IDR) dan Polkadot sering dibandingkan karena sama-sama mendukung pengembangan smart contract dan aplikasi blockchain modern. Namun, keduanya dibangun dengan filosofi yang berbeda dalam mengembangkan ekosistem Web3.
Ethereum berfokus menjadi settlement layer dan ekosistem smart contract terbesar yang menjadi dasar berbagai aplikasi terdesentralisasi.
Sementara itu, Polkadot dirancang untuk menghubungkan berbagai blockchain agar dapat saling berkomunikasi dan bertukar data melalui satu jaringan yang saling terhubung.