Pasar keuangan global bergerak serempak ke zona merah menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pada Rabu (29/7) waktu Amerika Serikat atau Kamis dini hari WIB.
Tekanan jual tidak hanya terjadi pada Bitcoin (BTC), tetapi juga meluas ke pasar saham, logam mulia, hingga mata uang.
Analis pasar sekaligus pendiri komunitas kripto Ash Crypto menyebut lebih dari US$1,4 triliun nilai pasar telah menguap dari saham, logam, dan aset kripto dalam gelombang aksi jual terbaru.
Tekanan jual kali ini tidak hanya terjadi di pasar kripto. Berdasarkan pergerakan perdagangan global, indeks saham seperti Nikkei 225 di Jepang dan KOSPI di Korea Selatan juga mengalami pelemahan.
Harga emas yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai pun ikut terkoreksi. Pergerakan serempak tersebut menunjukkan bahwa sentimen yang mendominasi pasar saat ini lebih dipengaruhi faktor makroekonomi dibandingkan kondisi fundamental masing-masing aset.
Pelaku pasar kini menantikan hasil rapat FOMC beserta pernyataan Jerome Powell yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan pasar beberapa hari ke depan.
Kesimpulan
Koreksi yang terjadi pada Bitcoin, saham, dan emas mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang sejumlah agenda penting, terutama keputusan suku bunga The Fed.
Selain faktor kebijakan moneter, sentimen regulasi kripto di Amerika Serikat, persaingan industri semikonduktor, belanja AI, serta potensi intervensi Bank of Japan turut memperbesar tekanan di pasar global.
Selama ketidakpastian tersebut belum mereda, volatilitas diperkirakan masih akan membayangi berbagai kelas aset. Karena itu, pelaku pasar akan mencermati setiap perkembangan ekonomi dan kebijakan yang berpotensi mengubah arah sentimen dalam waktu dekat.