Jakarta – Harga Ethereum (ETH) saat ini dinilai berada pada level yang relatif murah berdasarkan sejumlah indikator on-chain terbaru.
Namun, platform analitik kripto CryptoQuant mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan Ethereum telah mencapai titik terendah atau market bottom.
Dalam analisis yang dibagikan melalui platform X pada Kamis (23/7), CryptoQuant menyebut harga ETH saat ini berada sekitar 17 persen di bawah realized price.
Meski terlihat undervalued, baru dua dari lima indikator historis yang biasanya muncul sebelum terbentuknya bottom pasar yang terpenuhi.
Harga Ethereum Berada di Bawah Realized Price
Realized price merupakan indikator yang menghitung harga rata-rata saat seluruh ETH terakhir berpindah tangan di jaringan blockchain.
Indikator ini sering digunakan untuk melihat apakah sebuah aset sedang diperdagangkan di bawah harga rata-rata yang dibayarkan oleh investor sebelumnya.
Menurut CryptoQuant, posisi ETH yang berada sekitar 17 persen di bawah realized price menunjukkan bahwa aset tersebut memang mengalami tekanan harga.
Namun, kondisi tersebut belum menjadi bukti kuat bahwa fase penurunan sudah selesai.
Berdasarkan pola historis, pembentukan bottom biasanya membutuhkan kombinasi beberapa indikator tambahan yang menunjukkan berakhirnya tekanan jual.
Baru Dua Indikator Bottom Ethereum yang Terpenuhi
CryptoQuant menjelaskan bahwa dari lima indikator utama yang sering terlihat menjelang titik terendah pasar, baru dua indikator yang saat ini menunjukkan pola serupa dengan siklus sebelumnya.
Artinya, Ethereum memang terlihat murah, tetapi masih ada beberapa sinyal penting yang belum muncul.
Dalam siklus pasar sebelumnya, fase bottom biasanya ditandai dengan melemahnya tekanan jual secara ekstrem serta hilangnya kepercayaan sebagian besar investor.
Karena beberapa indikator tersebut belum terlihat, CryptoQuant menilai proses pembentukan bottom Ethereum kemungkinan masih berlangsung.
Tekanan Jual ETH Mulai Berkurang
Meski belum mencapai titik terendah, terdapat tanda positif dari sisi tekanan jual.
CryptoQuant mencatat aktivitas penjualan Ethereum mulai mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa jumlah investor yang menjual ETH secara agresif mulai berkurang.
Namun, satu indikator penting yang masih belum terlihat adalah kapitulasi pasar.
Kapitulasi merupakan kondisi ketika banyak investor menyerah dan menjual aset mereka secara bersamaan akibat penurunan harga yang berkepanjangan.
Secara historis, fase kapitulasi sering menjadi salah satu sinyal bahwa pasar mulai mendekati titik terendah sebelum memasuki periode pemulihan.
Investor Perlu Perhatikan Data On-Chain Ethereum
CryptoQuant menegaskan bahwa harga murah tidak selalu berarti sebuah aset sudah mencapai bottom.
“Ethereum is cheap, but the data says the bottom isn’t in yet.”
Menurut analisis tersebut, investor perlu melihat kombinasi berbagai indikator sebelum mengambil kesimpulan mengenai arah pasar Ethereum.
Beberapa data penting yang perlu diperhatikan antara lain:
- Pergerakan realized price.
- Tingkat tekanan jual.
- Aktivitas investor jangka panjang.
- Potensi terjadinya kapitulasi pasar.
- Perubahan aktivitas jaringan Ethereum.
Ethereum Masih Dalam Fase Penentuan Arah
Kondisi terbaru menunjukkan Ethereum berada dalam fase penting. Di satu sisi, harga ETH terlihat menarik karena diperdagangkan di bawah nilai rata-rata historis investor.
Namun di sisi lain, beberapa indikator utama belum memberikan konfirmasi bahwa pasar telah menemukan titik terendah.
Bagi investor, perkembangan data on-chain dapat menjadi salah satu referensi untuk memahami apakah Ethereum sedang memasuki fase akumulasi atau masih menghadapi tekanan lanjutan.
Dengan demikian, meskipun ETH terlihat murah, peluang pembentukan bottom masih membutuhkan konfirmasi tambahan dari berbagai indikator pasar.