Jakarta – Bursa Korea Selatan menghentikan sementara perdagangan saham setelah indeks KOSPI anjlok lebih dari 8 persen pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Otoritas bursa, Korea Exchange (KRX), mengaktifkan mekanisme circuit breaker untuk meredam tekanan jual yang terjadi secara cepat di pasar.
Koreksi tajam tersebut dipicu oleh pelemahan besar pada saham-saham semikonduktor, terutama Samsung Electronics dan SK Hynix, yang memiliki bobot besar dalam pergerakan indeks utama Korea Selatan.
KOSPI Turun Tajam hingga Sentuh Level 6.213
Berdasarkan data KRX Data Marketplace, indeks KOSPI dibuka di level 6.400,27, turun 355,48 poin dari penutupan sebelumnya di 6.755,75.
Tekanan jual terus berlanjut sepanjang perdagangan pagi hingga indeks sempat menyentuh 6.213,51, atau turun lebih dari 8 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Penurunan yang sangat cepat tersebut memicu penghentian sementara seluruh perdagangan saham di pasar utama Korea Selatan selama 20 menit.
Circuit Breaker KRX Diaktifkan
Korea Exchange menjelaskan bahwa penghentian perdagangan dilakukan sesuai mekanisme circuit breaker tahap pertama, yang berlaku ketika indeks KOSPI turun sedikitnya 8 persen dari penutupan sebelumnya dan kondisi tersebut bertahan selama satu menit.
Dalam aturan KRX:
- Tahap pertama: penurunan 8 persen.
- Tahap kedua: penurunan 15 persen.
- Tahap ketiga: penurunan 20 persen yang dapat menghentikan perdagangan hingga akhir sesi.
Sebelum circuit breaker diberlakukan, KRX lebih dulu mengaktifkan sell-side sidecar, yaitu penghentian sementara order jual berbasis program selama lima menit.
Namun tekanan jual tetap berlanjut sehingga perdagangan di pasar utama akhirnya dihentikan sementara.
Samsung dan SK Hynix Jadi Penyebab Utama
Koreksi KOSPI dipimpin oleh saham-saham semikonduktor.
SK Hynix sempat turun sekitar 11 persen, sementara Samsung Electronics melemah lebih dari 9 persen.
Karena kedua perusahaan memiliki kapitalisasi pasar yang sangat besar, pelemahan saham mereka memberikan dampak signifikan terhadap keseluruhan indeks KOSPI.
Tekanan tersebut juga dipengaruhi oleh pelemahan sektor chip di Amerika Serikat.
Sentimen Semikonduktor Global Memburuk
Indeks PHLX Semiconductor Sector Index (SOX) di Nasdaq tercatat turun 4,16 persen pada perdagangan 27 Juli 2026.
Pelemahan sektor chip Amerika memperkuat kekhawatiran investor terhadap prospek industri semikonduktor global.
Pasar mulai mempertanyakan:
- Valuasi tinggi saham teknologi.
- Potensi perlambatan belanja infrastruktur AI.
- Besarnya pembiayaan pembangunan pusat data.
- Risiko peningkatan kapasitas produksi cip memori.
Sentimen tersebut membuat saham semikonduktor Korea Selatan menjadi lebih rentan terhadap aksi jual.
Industri AI Masih Jadi Faktor Penting
Dalam beberapa tahun terakhir, saham chip mendapat dorongan besar dari permintaan terkait kecerdasan buatan (AI).
Namun, reli yang sangat tinggi membuat valuasi sektor semikonduktor menjadi lebih sensitif terhadap perubahan ekspektasi investor.
Kekhawatiran bahwa pertumbuhan belanja AI dapat melambat menyebabkan investor mulai mengurangi eksposur terhadap saham-saham chip.
Selain itu, peningkatan kapasitas produksi DRAM dari produsen China juga menjadi perhatian karena berpotensi menekan margin keuntungan perusahaan Korea Selatan.
Investor Kripto Juga Perlu Memantau
Meskipun peristiwa ini terjadi di pasar saham, gejolak KOSPI juga menjadi perhatian investor kripto.
Koreksi tajam di pasar ekuitas sering kali memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya.
Apabila tekanan di sektor teknologi global terus berlanjut, volatilitas di pasar kripto juga berpotensi meningkat karena banyak investor institusional memiliki eksposur pada kedua kelas aset tersebut.
Pasar Menunggu Katalis Baru
Pelaku pasar kini akan memantau perkembangan saham semikonduktor di Amerika Serikat, persaingan industri chip dengan China, serta laporan keuangan perusahaan teknologi besar.
Kejatuhan KOSPI menunjukkan betapa besarnya pengaruh Samsung Electronics dan SK Hynix terhadap pasar Korea Selatan.
Selama sentimen terhadap sektor semikonduktor masih lemah, indeks KOSPI diperkirakan akan tetap bergerak volatil, sementara investor global juga mencermati dampaknya terhadap pasar kripto dan aset berisiko lainnya.