Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

KOSPI Anjlok Lebih dari 8 Persen, Bursa Korea Selatan Hentikan Perdagangan Saham

Posted on July 31, 2026

Jakarta – Bursa Korea Selatan menghentikan sementara perdagangan saham setelah indeks KOSPI anjlok lebih dari 8 persen pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Otoritas bursa, Korea Exchange (KRX), mengaktifkan mekanisme circuit breaker untuk meredam tekanan jual yang terjadi secara cepat di pasar.

Koreksi tajam tersebut dipicu oleh pelemahan besar pada saham-saham semikonduktor, terutama Samsung Electronics dan SK Hynix, yang memiliki bobot besar dalam pergerakan indeks utama Korea Selatan.

KOSPI Turun Tajam hingga Sentuh Level 6.213

Berdasarkan data KRX Data Marketplace, indeks KOSPI dibuka di level 6.400,27, turun 355,48 poin dari penutupan sebelumnya di 6.755,75.

Tekanan jual terus berlanjut sepanjang perdagangan pagi hingga indeks sempat menyentuh 6.213,51, atau turun lebih dari 8 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Penurunan yang sangat cepat tersebut memicu penghentian sementara seluruh perdagangan saham di pasar utama Korea Selatan selama 20 menit.

Circuit Breaker KRX Diaktifkan

Korea Exchange menjelaskan bahwa penghentian perdagangan dilakukan sesuai mekanisme circuit breaker tahap pertama, yang berlaku ketika indeks KOSPI turun sedikitnya 8 persen dari penutupan sebelumnya dan kondisi tersebut bertahan selama satu menit.

Dalam aturan KRX:

  • Tahap pertama: penurunan 8 persen.
  • Tahap kedua: penurunan 15 persen.
  • Tahap ketiga: penurunan 20 persen yang dapat menghentikan perdagangan hingga akhir sesi.

Sebelum circuit breaker diberlakukan, KRX lebih dulu mengaktifkan sell-side sidecar, yaitu penghentian sementara order jual berbasis program selama lima menit.

Namun tekanan jual tetap berlanjut sehingga perdagangan di pasar utama akhirnya dihentikan sementara.

Samsung dan SK Hynix Jadi Penyebab Utama

Koreksi KOSPI dipimpin oleh saham-saham semikonduktor.

SK Hynix sempat turun sekitar 11 persen, sementara Samsung Electronics melemah lebih dari 9 persen.

Karena kedua perusahaan memiliki kapitalisasi pasar yang sangat besar, pelemahan saham mereka memberikan dampak signifikan terhadap keseluruhan indeks KOSPI.

Tekanan tersebut juga dipengaruhi oleh pelemahan sektor chip di Amerika Serikat.

Sentimen Semikonduktor Global Memburuk

Indeks PHLX Semiconductor Sector Index (SOX) di Nasdaq tercatat turun 4,16 persen pada perdagangan 27 Juli 2026.

Pelemahan sektor chip Amerika memperkuat kekhawatiran investor terhadap prospek industri semikonduktor global.

Pasar mulai mempertanyakan:

  • Valuasi tinggi saham teknologi.
  • Potensi perlambatan belanja infrastruktur AI.
  • Besarnya pembiayaan pembangunan pusat data.
  • Risiko peningkatan kapasitas produksi cip memori.

Sentimen tersebut membuat saham semikonduktor Korea Selatan menjadi lebih rentan terhadap aksi jual.

Industri AI Masih Jadi Faktor Penting

Dalam beberapa tahun terakhir, saham chip mendapat dorongan besar dari permintaan terkait kecerdasan buatan (AI).

Namun, reli yang sangat tinggi membuat valuasi sektor semikonduktor menjadi lebih sensitif terhadap perubahan ekspektasi investor.

Kekhawatiran bahwa pertumbuhan belanja AI dapat melambat menyebabkan investor mulai mengurangi eksposur terhadap saham-saham chip.

Selain itu, peningkatan kapasitas produksi DRAM dari produsen China juga menjadi perhatian karena berpotensi menekan margin keuntungan perusahaan Korea Selatan.

Investor Kripto Juga Perlu Memantau

Meskipun peristiwa ini terjadi di pasar saham, gejolak KOSPI juga menjadi perhatian investor kripto.

Koreksi tajam di pasar ekuitas sering kali memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya.

Apabila tekanan di sektor teknologi global terus berlanjut, volatilitas di pasar kripto juga berpotensi meningkat karena banyak investor institusional memiliki eksposur pada kedua kelas aset tersebut.

Pasar Menunggu Katalis Baru

Pelaku pasar kini akan memantau perkembangan saham semikonduktor di Amerika Serikat, persaingan industri chip dengan China, serta laporan keuangan perusahaan teknologi besar.

Kejatuhan KOSPI menunjukkan betapa besarnya pengaruh Samsung Electronics dan SK Hynix terhadap pasar Korea Selatan.

Selama sentimen terhadap sektor semikonduktor masih lemah, indeks KOSPI diperkirakan akan tetap bergerak volatil, sementara investor global juga mencermati dampaknya terhadap pasar kripto dan aset berisiko lainnya.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Pertumbuhan Ekosistem Kripto Indonesia Terus Meningkat, OJK Catat 22,40 Juta Akun pada Mei 2026
  • Binance vs Strategy Kembali Disorot, Siapa yang Lebih Tertekan Saat Harga Bitcoin Turun?
  • Tekanan Jual Memecoin di Binance Tembus US$1,21 Miliar, Apa Dampaknya bagi Investor?
  • Bybit Indonesia Resmi Diluncurkan, Perkuat Ekspansi Kripto Lewat Entitas Berlisensi Lokal
  • Bitcoin Bentuk Death Cross, Analis Prediksi BTC Berpotensi Turun ke US$60.200

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • July 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme