Jakarta – Perusahaan investasi aset digital Galaxy Digital resmi meluncurkan Bitcoin Quantum Readiness Initiative, sebuah program yang bertujuan memperkuat keamanan jaringan Bitcoin menghadapi potensi ancaman komputer kuantum (quantum computing) di masa depan.
Program tersebut dipimpin langsung oleh CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz, dengan alokasi dana hibah hingga US$5 juta atau sekitar Rp81 miliar (asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS). Dana ini akan digunakan untuk mendukung riset kriptografi tahan kuantum, pengembangan teknologi keamanan baru, serta pembentukan dewan penasihat khusus.
Galaxy Digital Bentuk Dewan Ahli Quantum
Selain menyediakan pendanaan, Galaxy Digital juga membentuk Quantum Advisory Council, yang beranggotakan sejumlah pakar di bidang komputasi kuantum dan kriptografi.
Beberapa anggota awal dewan tersebut meliputi:
- Barry Sanders, Profesor di University of Calgary.
- Damien Bérubé, peneliti MIT Sea Grant Knauss Fellow.
- Eran Tromer, Profesor Ilmu Komputer di Boston University.
Galaxy Digital juga membuka pendaftaran hibah bagi para peneliti dan pengembang yang ingin menciptakan solusi keamanan generasi baru untuk ekosistem Bitcoin.
“Sebagai salah satu pelaku utama di industri aset digital, kami percaya penting untuk menjadi bagian dari solusi terhadap potensi ancaman yang dapat ditimbulkan komputasi kuantum terhadap Bitcoin,” ujar Mike Novogratz.
Apa Itu Ancaman Q-Day?
Komunitas kripto mengenal istilah Q-Day, yaitu momen ketika komputer kuantum memiliki kemampuan memecahkan sistem kriptografi yang saat ini melindungi Bitcoin.
Saat ini Bitcoin menggunakan Elliptic Curve Cryptography (ECC) sebagai sistem keamanan utama untuk memverifikasi transaksi dan kepemilikan aset.
Secara teori, komputer kuantum yang cukup canggih dapat memanfaatkan Shor’s Algorithm untuk menghitung private key dari public key, sehingga memungkinkan pihak yang tidak berwenang mengambil alih aset digital.
Meski teknologi tersebut belum tersedia dalam skala yang mampu mengancam Bitcoin saat ini, para peneliti menilai persiapan harus dilakukan jauh sebelum risiko benar-benar muncul.
Jutaan Bitcoin Berpotensi Rentan
Beberapa laporan terbaru menunjukkan jutaan Bitcoin berpotensi terdampak apabila komputer kuantum berkembang lebih cepat dari perkiraan.
Menurut riset Project Eleven, komputer kuantum yang mampu menyerang kriptografi Bitcoin diperkirakan dapat hadir sebelum 2033, bahkan berpotensi sekitar 2030.
Laporan tersebut memperkirakan sekitar 6,9 juta BTC berada pada alamat yang dinilai lebih rentan terhadap serangan kuantum.
Sementara itu, dewan penasihat quantum milik Coinbase menyebut jumlah Bitcoin yang berpotensi terekspos bisa mencapai sekitar 7 juta BTC.
Kelompok yang dianggap paling berisiko adalah dompet lama dan alamat Bitcoin yang telah digunakan berulang kali karena public key-nya sudah pernah dipublikasikan melalui transaksi.
Pengembang Bitcoin Mulai Siapkan Solusi
Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, komunitas pengembang mulai membahas berbagai solusi, di antaranya:
- Migrasi aset ke alamat yang tahan terhadap komputer kuantum.
- Penggunaan algoritma tanda tangan digital generasi baru.
- Implementasi proposal peningkatan jaringan seperti BIP-360 dan BIP-361.
- Pengembangan standar kriptografi pasca-kuantum.
Namun, karena Bitcoin merupakan jaringan yang terdesentralisasi, setiap perubahan besar harus melalui proses diskusi, pengujian, dan persetujuan komunitas sebelum diterapkan secara luas.
Pemerintah AS Ikut Dorong Kriptografi Pasca-Kuantum
Perhatian terhadap ancaman komputer kuantum tidak hanya datang dari industri kripto.
Pemerintah Amerika Serikat juga mulai mempercepat implementasi standar post-quantum cryptography sebagai bagian dari strategi keamanan nasional.
Dalam kebijakan terbaru, target penerapan standar kriptografi pasca-kuantum di lembaga federal dipercepat menjadi Desember 2031, menunjukkan bahwa isu ini telah menjadi perhatian lintas sektor.
Galaxy Digital Ingin Percepat Persiapan Bitcoin
Kepala Galaxy Research, Alex Thorn, menilai perkembangan teknologi komputasi kuantum bergerak jauh lebih cepat dibandingkan kesiapan solusi keamanan di ekosistem Bitcoin.
Melalui Bitcoin Quantum Readiness Initiative, Galaxy Digital berharap dapat mempercepat penelitian, mendanai inovasi teknologi, serta mempertemukan pengembang, akademisi, regulator, dan pelaku industri untuk membangun standar keamanan Bitcoin generasi berikutnya.
Meski ancaman komputer kuantum belum menjadi risiko langsung, langkah proaktif seperti yang dilakukan Galaxy Digital dinilai penting agar jaringan Bitcoin tetap aman dan mampu menghadapi perkembangan teknologi dalam jangka panjang.