Stellar (XLM) mengungguli Ethereum (ETH) dalam kategori tokenisasi utang pemerintah di luar Amerika Serikat (AS), seiring berkembangnya penggunaan blockchain untuk aset dunia nyata atau real-world assets (RWA).
Berdasarkan data RWA.xyz per 20 Agustus yang dikutip Coinpedia, nilai tokenized sovereign debt non-AS di Stellar mencapai sekitar US$490 juta, tertinggi dibandingkan blockchain lainnya. Stellar disebut telah mempertahankan posisi teratas di kategori ini sejak Februari 2026.
Perkembangan tersebut bertepatan dengan penguatan XLM. Harga aset kripto native Stellar tercatat sekitar US$0,1922, naik 4,4% dalam 24 jam ketika laporan diterbitkan.
Meski demikian, pencapaian tersebut tidak membuat Stellar mengungguli Ethereum di seluruh pasar RWA. Ethereum masih memimpin tokenisasi obligasi pemerintah AS (US Treasuries) dan total nilai RWA secara keseluruhan.
Apa yang Membuat Stellar Unggul?
Keunggulan Stellar berasal dari tokenisasi instrumen utang pemerintah yang diterbitkan di luar AS, termasuk aset dalam mata uang selain dolar AS.
Salah satunya berasal dari Etherfuse melalui Stablebonds yang membawa CETES Meksiko dan Tesouro Brasil ke jaringan Stellar. Instrumen obligasi pemerintah Korea Selatan dan obligasi digital Kepulauan Marshall juga tersedia di jaringan tersebut.
Produk lain datang dari Spiko melalui dana T-bill berdenominasi euro. Nilainya meningkat dari sekitar US$520 juta menjadi US$970 juta dalam setahun, dengan sebagian besar pertumbuhan berlangsung di Stellar.
Keberadaan berbagai produk tersebut membuat penerbit instrumen utang pemerintah di Stellar kini mencakup lima benua.