Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Starknet Siap Jadi Layer 1, Incar Keamanan Tahan Kuantum di 2027

Posted on October 15, 2026

Starknet (STRK) tengah mempertimbangkan perubahan dari blockchain Layer 2 (L2) Ethereum (ETH) menjadi Layer 1 (L1) independen untuk memperkuat keamanan terhadap ancaman komputer kuantum pada 2027.

Langkah ini bertujuan memberikan kendali lebih besar kepada pengembang dalam memperbarui sistem keamanan jaringan, terutama pada komponen yang masih bergantung pada Ethereum.

Melansir CryptoPotato, Rabu (14/10/2026), rencana tersebut masih dalam tahap pertimbangan dan belum menjadi keputusan resmi.

Mengapa Starknet Ingin Beralih ke Layer 1?
Starknet sebenarnya telah menggunakan zero-knowledge STARK proofs, teknologi kriptografi berbasis fungsi hash yang dirancang untuk memverifikasi transaksi dan lebih tahan terhadap ancaman komputasi kuantum.

Namun, perlindungan tersebut belum mencakup seluruh infrastruktur jaringan karena dua komponen masih bergantung pada teknologi Ethereum.

Pertama, bridge Starknet-Ethereum masih menggunakan kriptografi kurva eliptik (elliptic-curve cryptography) untuk komunikasi antarkedua jaringan. Sistem ini berpotensi rentan jika komputer kuantum mencapai kemampuan yang cukup tinggi.

Kedua, mekanisme penyimpanan data Starknet di Ethereum menggunakan KZG commitments yang juga menghadapi risiko serupa.

Apabila KZG berhasil diserang, ketersediaan data dapat terganggu, meskipun STARK proofs tetap melindungi validitas status jaringan.

Starknet Targetkan 2027, Ethereum Bidik 2029
Perbedaan jadwal pembaruan keamanan menjadi salah satu pertimbangan Starknet untuk mengembangkan jaringan mandiri.

Ethereum menargetkan ketahanan kuantum penuh pada Layer 1 pada akhir 2029, sementara Starknet ingin mencapainya dua tahun lebih awal.

Kekhawatiran terhadap ancaman ini semakin meningkat seiring perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang dinilai berpotensi mempercepat kemajuan riset matematika dan kriptografi.

Pada 7 Oktober 2026, peneliti Ethereum Justin Drake menyerukan persiapan menghadapi skenario darurat yang disebut bunker mode. Ia menyarankan migrasi aset secara terkendali ke alamat yang kunci publiknya belum terekspos.

Namun, pendiri Ethereum Vitalik Buterin mengingatkan agar perpindahan tersebut tidak dilakukan secara terburu-buru.

Sehari kemudian, pendiri Starknet Eli Ben-Sasson menekankan bahwa kesiapan menghadapi ancaman kuantum membutuhkan pemilihan kriptografi yang tepat dan kemampuan memperbarui sistem keamanan.wwbola

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Ledger Konfirmasi Temuan Komponen Ilegal di Asia Tenggara, Ini Langkah bagi Pengguna Terdampak
  • Starknet Siap Jadi Layer 1, Incar Keamanan Tahan Kuantum di 2027
  • Uptober Belum Gagal! 3 Sinyal Ini Bikin Bitcoin Punya Harapan
  • Man City vs Les Parisiens: Drama 6 Gol, Fan Token PSG Naik 52%
  • Tom Lee Bakal Stop Beli Ethereum, Harga ETH Bisa Tertekan?

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme