Pasar kripto bersiap menghadapi potensi volatilitas setelah Federal Reserve (The Fed) dijadwalkan merilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes) pada Rabu (8/7) pukul 14.00 ET atau Kamis dini hari waktu Indonesia.
Dokumen ini menjadi perhatian investor karena diyakini dapat memberikan petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Perhatian pasar semakin besar setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memilih tidak menyampaikan proyeksi suku bunganya dalam pertemuan Juni 2026.
Pernyataan resmi usai rapat juga dibuat lebih singkat tanpa forward guidance, sehingga FOMC Minutes menjadi sumber utama untuk memahami pandangan para pembuat kebijakan.
Pasar Menunggu Sinyal dari Internal The Fed
Pada rapat 16–17 Juni 2026, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75% untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Meski keputusan tersebut sesuai ekspektasi pasar, pandangan di internal The Fed masih beragam.
Sebanyak sembilan dari 18 anggota FOMC masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga pada 2026, sehingga investor kini menunggu apakah Minutes menunjukkan dukungan yang lebih kuat terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat.