CEO Strategy, Phong Le, kembali menarik perhatian komunitas kripto setelah menyebut Bitcoin sebagai “United States of Money”.
Menurutnya, Bitcoin memiliki aturan yang transparan, jumlah pasokan yang terbatas, serta tidak dapat dikendalikan oleh pemerintah mana pun.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya Strategy mempertahankan kinerja produk saham preferennya, STRC, yang sempat tertekan akibat penurunan harga Bitcoin.
Di saat yang sama, Phong Le juga menegaskan keyakinannya bahwa Bitcoin berpotensi menjadi aset cadangan global dalam satu dekade mendatang.
Menurutnya, karakteristik tersebut membuat Bitcoin mampu melindungi nilai kekayaan dari inflasi, sensor, maupun tekanan politik.
Ia juga mengaitkan pandangan tersebut dengan pengalaman keluarganya yang pernah menjadi pengungsi dari Vietnam, sehingga kebebasan dalam mengelola aset dinilai memiliki arti penting.
Phong Le bahkan memprediksi Bitcoin berpotensi menjadi aset cadangan global dalam 10 tahun ke depan.