Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka menguat 0,17% ke level 5.934,72 pada perdagangan Senin (13/7).
Namun, hanya beberapa menit setelah pembukaan, indeks langsung berbalik ke zona merah, mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah ketidakpastian global.
Pada saat yang sama, harga Bitcoin (BTC) dan emas masih bergerak melemah di kisaran $62.803 atau turun sekitar 2,05% dalam 24 jam terakhir.
IHSG Gagal Pertahankan Penguatan
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saat pembukaan perdagangan terdapat 223 saham menguat, 96 saham melemah, dan 340 saham bergerak stagnan.
Meski demikian, penguatan tersebut tidak bertahan lama. IHSG berbalik melemah seiring masih dominannya sentimen eksternal, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang membuat investor cenderung menahan pengambilan risiko.
Menurut CNBC Indonesia, perhatian pasar juga tertuju pada potensi gangguan terhadap jalur pelayaran Selat Hormuz, meski sejumlah analis menilai fokus investor saat ini lebih banyak mengarah pada data inflasi Amerika Serikat dan arah kebijakan moneter The Fed.
Selain pasar saham, aset lain juga belum menunjukkan pemulihan yang kuat. Bitcoin masih diperdagangkan di sekitar $62.803, sedangkan harga emas juga mengalami pelemahan dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini menunjukkan bahwa investor belum sepenuhnya beralih ke aset tertentu. Mereka cenderung menunggu kepastian mengenai kondisi ekonomi global sebelum mengambil keputusan investasi yang lebih agresif.
Dalam situasi seperti ini, pergerakan berbagai kelas aset dipengaruhi kombinasi faktor, mulai dari perkembangan konflik geopolitik, ekspektasi suku bunga, hingga data ekonomi yang akan segera dirilis.