Jakarta — Pasar aset kripto memasuki salah satu pekan terpenting tahun ini dengan sederet agenda ekonomi global dan perkembangan industri blockchain yang berpotensi memicu volatilitas tinggi. Mulai dari keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa, hingga pembaruan jaringan blockchain menjadi katalis yang akan diperhatikan investor.
Selain faktor makroekonomi, pelaku pasar juga akan mencermati distribusi kompensasi dari FTX, sejumlah network upgrade, serta penghentian operasional beberapa proyek kripto yang dapat memengaruhi likuiditas di berbagai ekosistem.
Berikut tujuh agenda utama yang diperkirakan menjadi penggerak pasar kripto sepanjang pekan ini.
1. Laporan Keuangan Big Tech Uji Sentimen Investor
Perusahaan teknologi terbesar di dunia seperti Microsoft, Alphabet (Google), Meta Platforms, dan Apple dijadwalkan merilis laporan keuangan sepanjang 27–30 Juli.
Kinerja keempat emiten tersebut tidak hanya memengaruhi pasar saham Amerika Serikat, tetapi juga sering berdampak pada aset digital. Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin dan saham teknologi menunjukkan korelasi yang cukup kuat, terutama ketika investor sedang berada dalam mode risk-on atau risk-off.
Apabila laporan keuangan melampaui ekspektasi pasar, sentimen terhadap aset berisiko termasuk kripto berpotensi membaik. Sebaliknya, hasil yang mengecewakan dapat memicu aksi ambil untung di berbagai kelas aset.
2. Keputusan Suku Bunga The Fed Jadi Sorotan Utama
Agenda yang paling dinantikan investor pekan ini adalah hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 Juli.
Konsensus pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, perhatian utama bukan hanya terletak pada keputusan tersebut, melainkan pada bahasa yang digunakan dalam pernyataan resmi FOMC serta konferensi pers Ketua The Fed.
Investor akan mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter pada pertemuan berikutnya.
Nada yang lebih dovish biasanya dipandang positif bagi aset berisiko karena membuka peluang penurunan suku bunga di masa depan. Sebaliknya, pernyataan yang lebih hawkish dapat memperkuat dolar AS sekaligus memberikan tekanan terhadap pasar kripto.
3. Data Ekonomi Amerika Serikat Akan Menguji Ekspektasi Pasar
Sehari setelah keputusan suku bunga, investor akan dihadapkan pada serangkaian data ekonomi penting dari Amerika Serikat.
Beberapa indikator yang menjadi perhatian meliputi:
- Core PCE Inflation
- Produk Domestik Bruto (GDP)
- Initial Jobless Claims
Core PCE, yang merupakan indikator inflasi favorit The Fed, diperkirakan melambat menjadi 0,1% dari sebelumnya 0,3%.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi AS diproyeksikan meningkat menjadi 2,3%, sedangkan klaim pengangguran awal diperkirakan naik menjadi sekitar 206 ribu.
Kombinasi ketiga data tersebut akan membantu pasar menilai apakah tekanan inflasi mulai mereda tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi. Hasil yang berbeda dari ekspektasi dapat memicu pergerakan tajam pada Bitcoin maupun aset kripto lainnya.
4. Upgrade Blockchain Berpotensi Tingkatkan Aktivitas Jaringan
Selain faktor makro, sektor blockchain juga menghadapi sejumlah pembaruan jaringan penting.
Zcash dijadwalkan mengaktifkan Ironwood Mainnet dan pembaruan NU6.3, sementara Polygon akan meluncurkan hard fork Ithaca yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, stabilitas, dan keandalan jaringan.
Upgrade blockchain sering menjadi katalis positif apabila berhasil meningkatkan performa teknis maupun menarik lebih banyak aktivitas pengguna dan pengembang.
5. Sejumlah Proyek Kripto Hentikan Operasional
Beberapa platform aset digital dijadwalkan mengakhiri layanan mereka pada pekan ini.
Di antaranya adalah Odos, Zero Network, Levvy, Pingu Exchange, SBI Crypto Mining Pool, serta layanan investasi kripto AngelList.
Bagi pengguna yang masih memiliki dana pada platform-platform tersebut, penting untuk mengikuti pengumuman resmi masing-masing proyek guna memastikan proses migrasi atau penarikan aset dapat dilakukan sebelum layanan dihentikan sepenuhnya.
6. FTX Lanjutkan Distribusi Dana kepada Kreditur
Bursa kripto yang telah bangkrut, FTX, akan melanjutkan proses pembayaran kompensasi kepada para krediturnya.
Perkembangan ini menjadi perhatian pasar karena dana yang diterima berpotensi kembali masuk ke ekosistem kripto melalui pembelian aset digital, atau justru dikonversi menjadi uang tunai.
Besarnya dampak terhadap harga akan sangat bergantung pada keputusan masing-masing penerima dana serta kondisi pasar saat distribusi berlangsung.
7. Inflasi Zona Euro Lengkapi Agenda Makro Global
Pada akhir pekan, investor juga akan mencermati data Consumer Price Index (CPI) kawasan Zona Euro.
Inflasi tahunan diperkirakan meningkat menjadi 2,9% dibandingkan 2,8% pada periode sebelumnya.
Walaupun pengaruhnya terhadap pasar kripto biasanya tidak sebesar kebijakan The Fed, data inflasi Eropa tetap menjadi indikator penting dalam membaca arah ekonomi global dan sentimen investor terhadap aset berisiko.
Analisis: Pekan Penentu Arah Pasar Kripto
Kombinasi agenda makroekonomi dan perkembangan industri blockchain menjadikan pekan ini sebagai salah satu periode paling penting bagi pelaku pasar aset digital.
Keputusan The Fed, data inflasi, serta laporan keuangan perusahaan teknologi berpotensi menentukan arah arus modal global, sementara pembaruan blockchain dan distribusi dana FTX dapat memengaruhi sentimen di tingkat industri.
Jika hasil data ekonomi mendukung ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter, Bitcoin dan altcoin berpotensi memperoleh dorongan positif. Namun, apabila inflasi tetap tinggi atau The Fed mempertahankan sikap hawkish, volatilitas diperkirakan akan meningkat dan tekanan terhadap aset berisiko dapat kembali muncul.
Investor disarankan untuk mencermati perkembangan setiap agenda secara bertahap serta mengelola risiko di tengah potensi pergerakan harga yang lebih agresif dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.