Jakarta — Harga XRP kembali mencatat penguatan pada perdagangan terbaru seiring membaiknya sentimen di pasar aset kripto. Penguatan ini terjadi bersamaan dengan reli yang juga dialami Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan sejumlah aset digital berkapitalisasi besar lainnya.
Mengacu pada data pasar yang dikutip CoinGape, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,10, naik sekitar 1,07% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan tersebut didorong oleh kombinasi faktor makroekonomi, perkembangan regulasi di Amerika Serikat, hingga inovasi terbaru yang dilakukan Ripple terhadap ekosistemnya.
Berikut lima faktor utama yang dinilai menjadi pendorong penguatan XRP.
1. Pemulihan Pasar Kripto Kembali Meningkatkan Minat Risiko
Sentimen positif di pasar kripto menjadi katalis utama bagi kenaikan XRP.
Kapitalisasi pasar aset kripto global meningkat sekitar 0,9% menjadi US$2,21 triliun, mencerminkan mulai pulihnya minat investor terhadap aset berisiko setelah beberapa hari sebelumnya mengalami tekanan jual.
Penguatan tidak hanya terjadi pada XRP, tetapi juga meluas ke berbagai aset digital utama seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, hingga Dogecoin.
Secara historis, XRP cenderung bergerak searah dengan tren pasar kripto secara keseluruhan. Oleh karena itu, ketika sentimen pasar membaik, peluang penguatan XRP juga ikut meningkat.
2. Pasar Menunggu Keputusan Suku Bunga The Fed
Investor kini mengalihkan perhatian pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 28–29 Juli 2026.
Meski mayoritas pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya, fokus utama tertuju pada pernyataan resmi bank sentral mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
Apabila The Fed memberikan sinyal yang lebih dovish, aset berisiko seperti saham teknologi dan mata uang kripto berpotensi memperoleh dorongan positif.
Sebaliknya, apabila bank sentral tetap mempertahankan nada hawkish, volatilitas di pasar kripto diperkirakan kembali meningkat karena investor akan lebih berhati-hati terhadap aset berisiko.
3. XRP Bertahan di Level Support Kunci
Selain faktor fundamental, struktur teknikal XRP juga mulai menarik perhatian para analis.
Harga berhasil mempertahankan area support di sekitar US$1,08 setelah sebelumnya bergerak dalam kisaran US$1,06–US$1,09.
Kemampuan bertahan di atas level tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual mulai berkurang dan pembeli masih aktif mempertahankan area harga penting.
Jika momentum ini berlanjut, XRP berpeluang menguji area resistance US$1,13 hingga US$1,15. Apabila level tersebut berhasil ditembus, target teknikal berikutnya berada di kisaran US$1,24–US$1,28.
Namun demikian, apabila harga kembali turun di bawah US$1,08, tekanan jual dapat meningkat dan membuka peluang koreksi menuju area US$1,05.
4. CLARITY Act Kembali Memicu Optimisme Regulasi
Sentimen positif juga datang dari perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat melalui pembahasan CLARITY Act.
Rancangan undang-undang tersebut bertujuan memberikan kerangka hukum yang lebih jelas bagi industri aset digital, sehingga dinilai dapat meningkatkan kepastian hukum sekaligus menarik lebih banyak partisipasi investor institusional.
Sejumlah institusi keuangan besar seperti BlackRock, Fidelity, Charles Schwab, Goldman Sachs, dan Grayscale diketahui menyatakan dukungan terhadap terciptanya regulasi yang lebih jelas untuk industri kripto.
Meski demikian, proses legislasi CLARITY Act masih menghadapi sejumlah tantangan. Pembahasan berpotensi tertunda selama masa reses Senat Amerika Serikat, sehingga dampaknya terhadap pasar saat ini masih bersifat ekspektasi dan belum menjadi katalis fundamental yang telah terealisasi.
5. Ripple Mint Perkuat Infrastruktur Stablecoin
Dari sisi fundamental perusahaan, Ripple memperkenalkan Ripple Mint pada 23 Juli 2026.
Platform tersebut dirancang untuk memudahkan institusi dalam mencetak (mint), menebus (redeem), serta mengelola stablecoin RLUSD melalui satu sistem yang terintegrasi.
Peluncuran Ripple Mint dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur stablecoin Ripple sekaligus memperluas layanan bagi pengguna institusional.
Meski demikian, analis menilai dampaknya terhadap permintaan XRP kemungkinan tidak akan terjadi secara langsung karena RLUSD merupakan stablecoin yang memiliki fungsi berbeda dengan token XRP di dalam ekosistem Ripple.
ETF XRP Belum Menunjukkan Arus Dana Baru
Di tengah penguatan harga XRP, data dari SoSoValue menunjukkan bahwa ETF XRP belum mencatat arus dana bersih (net inflow) baru pada 24 Juli.
Total dana yang telah masuk ke produk ETF XRP masih berada di sekitar US$1,49 miliar, sementara total aset kelolaan (assets under management/AUM) mencapai sekitar US$997,25 juta.
Berdasarkan nilai aset kelolaan, Bitwise masih menjadi pengelola ETF XRP terbesar dengan sekitar US$312,85 juta, diikuti Franklin Templeton sebesar US$255,53 juta, serta Canary yang mengelola sekitar US$251,24 juta.
Data tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan harga XRP kali ini lebih dipengaruhi oleh membaiknya sentimen pasar secara umum dibandingkan peningkatan permintaan melalui produk ETF.
Analisis: XRP Didorong Sentimen, Investor Masih Menunggu Katalis Besar
Penguatan XRP saat ini didorong oleh kombinasi pemulihan pasar kripto, optimisme terhadap arah kebijakan moneter, perkembangan regulasi, serta inovasi yang dilakukan Ripple.
Meski demikian, belum adanya peningkatan arus dana ke ETF XRP menunjukkan bahwa investor institusional masih cenderung menunggu kepastian dari sisi makroekonomi maupun regulasi sebelum meningkatkan eksposur secara signifikan.
Dalam jangka pendek, arah pergerakan XRP kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh hasil pertemuan The Fed dan respons pasar terhadap data ekonomi Amerika Serikat. Apabila sentimen global tetap positif dan level support berhasil dipertahankan, XRP berpeluang melanjutkan tren kenaikannya. Sebaliknya, perubahan sentimen makro dapat kembali memicu volatilitas di pasar aset digital.