Raoul Pal, mantan hedge fund manager Goldman Sachs sekaligus pendiri Real Vision, menilai peluang kenaikan terbesar di pasar kripto tidak selalu berasal dari Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH).
Menurutnya, fase berikutnya dalam siklus pasar justru berpotensi menguntungkan proyek infrastruktur blockchain yang selama ini belum banyak dimiliki investor.
Pandangan tersebut didasarkan pada kombinasi kondisi makro, rotasi modal, dan sejumlah indikator on-chain yang dinilai mulai menunjukkan sinyal positif.
Melalui kanal YouTube When Shift Happens, Raoul Pal mengatakan strategi investasinya berfokus pada likuiditas global, yaitu ukuran yang menggabungkan neraca bank sentral utama, jumlah uang beredar negara-negara G20, serta cadangan devisa dunia.
Berdasarkan analisisnya, harga Bitcoin memiliki korelasi sekitar 90% dengan likuiditas global selama satu dekade terakhir. Ketika bank sentral menambah likuiditas, sebagian dana tersebut pada akhirnya mengalir ke aset berisiko, termasuk pasar kripto.
Menurut Pal, kondisi tersebut mulai kembali terbentuk. Ia menilai sejumlah bank sentral di luar Amerika Serikat telah memasuki fase pelonggaran kebijakan, sehingga likuiditas global berpotensi meningkat terlepas dari hasil keputusan suku bunga Federal Reserve.