Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Pendapatan Ethereum Turun 51 Persen, Tapi Aktivitas Jaringan Justru Meningkat di Kuartal II 2026

Posted on July 30, 2026

Jakarta – Jaringan Ethereum (ETH) mencatat perubahan menarik pada kuartal II 2026. Pendapatan dari biaya transaksi atau network fee mengalami penurunan tajam, namun aktivitas pengguna, jumlah transaksi, hingga jumlah ETH yang dikunci dalam staking justru terus meningkat.

Berdasarkan laporan terbaru dari Bitwise, pendapatan jaringan Ethereum turun sekitar 51 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi sekitar US$64 juta pada kuartal II 2026.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar US$131 juta.

Meski demikian, penurunan pendapatan tersebut tidak menunjukkan berkurangnya minat terhadap Ethereum. Sebaliknya, berbagai indikator menunjukkan jaringan Ethereum semakin aktif dan efisien.

Transaksi Ethereum Melonjak di Tengah Fee Lebih Murah

Bitwise mencatat Ethereum berhasil memproses sekitar 203,9 juta transaksi sepanjang kuartal II 2026.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan kuartal II tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 121,1 juta transaksi.

Selain jumlah transaksi, kapasitas jaringan Ethereum juga mengalami peningkatan. Throughput jaringan naik dari sekitar 15 transaksi per detik (TPS) menjadi 26 TPS.

Peningkatan ini didukung oleh kenaikan block gas limit Ethereum yang mencapai 60 juta, sehingga jaringan mampu menangani lebih banyak aktivitas dengan biaya lebih rendah.

Menurut Bitwise, turunnya pendapatan fee bukan disebabkan oleh berkurangnya pengguna, melainkan karena Ethereum kini mampu menyediakan ruang transaksi (blockspace) yang lebih besar dan murah.

“Perbedaan antara pendapatan dan aktivitas menjadi tema utama kuartal ini. Ketika fee turun, penggunaan jaringan justru meningkat,” tulis Bitwise dalam laporannya.

Pendapatan Ethereum dalam ETH Justru Naik

Jika dihitung menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat, pendapatan Ethereum memang mengalami penurunan.

Namun, kondisi berbeda terlihat ketika pendapatan dihitung dalam jumlah ETH.

Bitwise mencatat pendapatan jaringan meningkat dari 27.670 ETH pada kuartal I menjadi 31.166 ETH pada kuartal II 2026.

Kenaikan tersebut menjadi peningkatan kuartalan pertama dalam lebih dari satu tahun.

Perbedaan ini terjadi karena harga ETH mengalami pelemahan selama periode tersebut. Jumlah biaya transaksi yang dibayarkan pengguna dalam bentuk ETH meningkat, tetapi nilai dolar dari ETH tersebut lebih rendah akibat perubahan harga aset.

Staking Ethereum Capai Rekor Baru

Selain aktivitas transaksi, sektor staking Ethereum juga menunjukkan pertumbuhan positif.

Data Bitwise menunjukkan jumlah ETH yang masuk dalam mekanisme staking mencapai 40,2 juta ETH, atau sekitar 33 persen dari total pasokan Ethereum yang beredar.

Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah jaringan Ethereum.

Peningkatan staking menunjukkan semakin banyak investor yang memilih mengunci aset mereka untuk mendukung keamanan jaringan sekaligus mendapatkan imbal hasil.

Masuknya investor institusi melalui berbagai produk investasi Ethereum juga menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan staking.

Solana dan Avalanche Alami Tren Serupa

Fenomena penurunan biaya transaksi di tengah meningkatnya aktivitas jaringan tidak hanya terjadi pada Ethereum.

Bitwise juga mencatat tren serupa pada beberapa jaringan blockchain lainnya.

Solana berhasil memproses sekitar 9,8 miliar transaksi non-voting pada kuartal II 2026. Jumlah tersebut mendekati rekor tertinggi jaringan, meski pendapatan dalam dolar mengalami penurunan.

Sementara itu, Avalanche C-Chain mencatat peningkatan aktivitas dengan jumlah transaksi mencapai 236 juta, naik jauh dibandingkan sekitar 58 juta transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ethereum Semakin Efisien di Era Blockchain Modern

Perkembangan terbaru Ethereum menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi jaringan dapat menyebabkan biaya transaksi lebih rendah tanpa mengurangi aktivitas pengguna.

Menurut Bitwise, kondisi ini menjadi tanda bahwa industri blockchain mulai memasuki fase baru, di mana kapasitas besar dan biaya murah menjadi faktor penting dalam menarik lebih banyak pengguna.

Dengan meningkatnya jumlah transaksi, pertumbuhan staking, dan dukungan investor institusi, Ethereum tetap menjadi salah satu jaringan blockchain terbesar yang terus berkembang di tengah persaingan industri kripto global.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bitcoin Bertahan di $65.000, Data On-Chain Sebut Reli Masih Belum Aman
  • Bitcoin Turun Setelah Trump Umumkan Tarif Global Baru hingga 12,5 Persen
  • Ethereum Dinilai Murah, Tapi CryptoQuant Sebut ETH Belum Capai Titik Bottom
  • Token NIGHT Anjlok 30 Persen Usai Bridge Wanchain Diretas, Rp200 Miliar Aset Kripto Terkuras
  • Akun CEO Robinhood Diretas, Hacker Curi Rp23 Miliar dari Meme Coin VLAD Palsu

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • July 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme