Jakarta – Jaringan Ethereum (ETH) mencatat perubahan menarik pada kuartal II 2026. Pendapatan dari biaya transaksi atau network fee mengalami penurunan tajam, namun aktivitas pengguna, jumlah transaksi, hingga jumlah ETH yang dikunci dalam staking justru terus meningkat.
Berdasarkan laporan terbaru dari Bitwise, pendapatan jaringan Ethereum turun sekitar 51 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi sekitar US$64 juta pada kuartal II 2026.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar US$131 juta.
Meski demikian, penurunan pendapatan tersebut tidak menunjukkan berkurangnya minat terhadap Ethereum. Sebaliknya, berbagai indikator menunjukkan jaringan Ethereum semakin aktif dan efisien.
Transaksi Ethereum Melonjak di Tengah Fee Lebih Murah
Bitwise mencatat Ethereum berhasil memproses sekitar 203,9 juta transaksi sepanjang kuartal II 2026.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan kuartal II tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 121,1 juta transaksi.
Selain jumlah transaksi, kapasitas jaringan Ethereum juga mengalami peningkatan. Throughput jaringan naik dari sekitar 15 transaksi per detik (TPS) menjadi 26 TPS.
Peningkatan ini didukung oleh kenaikan block gas limit Ethereum yang mencapai 60 juta, sehingga jaringan mampu menangani lebih banyak aktivitas dengan biaya lebih rendah.
Menurut Bitwise, turunnya pendapatan fee bukan disebabkan oleh berkurangnya pengguna, melainkan karena Ethereum kini mampu menyediakan ruang transaksi (blockspace) yang lebih besar dan murah.
“Perbedaan antara pendapatan dan aktivitas menjadi tema utama kuartal ini. Ketika fee turun, penggunaan jaringan justru meningkat,” tulis Bitwise dalam laporannya.
Pendapatan Ethereum dalam ETH Justru Naik
Jika dihitung menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat, pendapatan Ethereum memang mengalami penurunan.
Namun, kondisi berbeda terlihat ketika pendapatan dihitung dalam jumlah ETH.
Bitwise mencatat pendapatan jaringan meningkat dari 27.670 ETH pada kuartal I menjadi 31.166 ETH pada kuartal II 2026.
Kenaikan tersebut menjadi peningkatan kuartalan pertama dalam lebih dari satu tahun.
Perbedaan ini terjadi karena harga ETH mengalami pelemahan selama periode tersebut. Jumlah biaya transaksi yang dibayarkan pengguna dalam bentuk ETH meningkat, tetapi nilai dolar dari ETH tersebut lebih rendah akibat perubahan harga aset.
Staking Ethereum Capai Rekor Baru
Selain aktivitas transaksi, sektor staking Ethereum juga menunjukkan pertumbuhan positif.
Data Bitwise menunjukkan jumlah ETH yang masuk dalam mekanisme staking mencapai 40,2 juta ETH, atau sekitar 33 persen dari total pasokan Ethereum yang beredar.
Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah jaringan Ethereum.
Peningkatan staking menunjukkan semakin banyak investor yang memilih mengunci aset mereka untuk mendukung keamanan jaringan sekaligus mendapatkan imbal hasil.
Masuknya investor institusi melalui berbagai produk investasi Ethereum juga menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan staking.
Solana dan Avalanche Alami Tren Serupa
Fenomena penurunan biaya transaksi di tengah meningkatnya aktivitas jaringan tidak hanya terjadi pada Ethereum.
Bitwise juga mencatat tren serupa pada beberapa jaringan blockchain lainnya.
Solana berhasil memproses sekitar 9,8 miliar transaksi non-voting pada kuartal II 2026. Jumlah tersebut mendekati rekor tertinggi jaringan, meski pendapatan dalam dolar mengalami penurunan.
Sementara itu, Avalanche C-Chain mencatat peningkatan aktivitas dengan jumlah transaksi mencapai 236 juta, naik jauh dibandingkan sekitar 58 juta transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ethereum Semakin Efisien di Era Blockchain Modern
Perkembangan terbaru Ethereum menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi jaringan dapat menyebabkan biaya transaksi lebih rendah tanpa mengurangi aktivitas pengguna.
Menurut Bitwise, kondisi ini menjadi tanda bahwa industri blockchain mulai memasuki fase baru, di mana kapasitas besar dan biaya murah menjadi faktor penting dalam menarik lebih banyak pengguna.
Dengan meningkatnya jumlah transaksi, pertumbuhan staking, dan dukungan investor institusi, Ethereum tetap menjadi salah satu jaringan blockchain terbesar yang terus berkembang di tengah persaingan industri kripto global.