Harga Bitcoin (BTC) sempat menguat setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC).
Namun, menurut perusahaan analitik blockchain Santiment, keputusan tersebut belum cukup menjadi jaminan bahwa reli Bitcoin akan berlanjut.
Dalam analisis terbarunya di platform X, Santiment mencatat Bitcoin sempat naik mendekati US$65.000 setelah hasil FOMC diumumkan sebelum kembali turun ke kisaran US$63.500.
Menurut perusahaan tersebut, arah harga Bitcoin selanjutnya lebih bergantung pada sentimen pasar dan perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat dibanding keputusan suku bunga itu sendiri.
Santiment menilai reaksi pasar terhadap keputusan FOMC tidak selalu menghasilkan dampak yang sama bagi Bitcoin.
Pada rapat FOMC 17 Juni, The Fed juga mempertahankan suku bunga.
Meski Bitcoin sempat merespons positif, reli tersebut tidak bertahan lama karena pelaku pasar dinilai telah lebih dulu mengantisipasi keputusan tersebut melalui aksi buy the rumor. Setelah itu, harga Bitcoin justru terkoreksi sekitar 9% dalam dua pekan berikutnya.
Sebaliknya, pada pertemuan FOMC 29 April yang dipimpin Jerome Powell, pasar merespons lebih positif. Kekhawatiran terhadap kondisi likuiditas mereda sehingga Bitcoin mampu menguat sekitar 9% dalam sepekan hingga mencapai kisaran US$82.500.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa keputusan suku bunga bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga Bitcoin. Ekspektasi investor sebelum rapat dan sentimen setelah pengumuman juga memiliki peran besar terhadap arah pergerakan pasar.