NVIDIA kembali mencuri perhatian pasar setelah mengumumkan kenaikan dividen hingga 2.400% di tengah booming industri AI global.
Perusahaan yang dipimpin Jensen Huang itu menaikkan dividen kuartalan dari $0,01 menjadi $0,25 per saham. Langkah tersebut memperlihatkan kuatnya arus kas NVIDIA dari pertumbuhan bisnis kecerdasan buatan.
Dalam laporan keuangan kuartal pertama fiskal 2026, NVIDIA mencatat pendapatan sebesar $81,6 miliar atau naik sekitar 85% dibanding tahun lalu. Divisi data center menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan sekitar $75,2 miliar, melonjak 92% secara tahunan.
Selain itu, bisnis networking AI juga tumbuh sangat agresif dengan kenaikan sekitar 199% seiring meningkatnya pembangunan infrastruktur AI oleh perusahaan teknologi global.
NVIDIA juga mengumumkan tambahan program buyback saham senilai $80 miliar. Jika digabungkan dengan program sebelumnya, total buyback perusahaan kini mendekati $120 miliar.
Meski dividen melonjak tajam, fokus utama NVIDIA dinilai tetap pada ekspansi bisnis AI dan pengembangan infrastruktur komputasi masa depan. Perusahaan bahkan memproyeksikan pendapatan kuartal berikutnya mencapai sekitar $91 miliar.
Jensen Huang menyebut permintaan terhadap chip dan platform AI generasi terbaru NVIDIA masih sangat tinggi, bahkan berpotensi menghadapi keterbatasan suplai di pasar global.
Kinerja ini semakin memperkuat posisi NVIDIA sebagai salah satu perusahaan utama yang paling diuntungkan dari ledakan industri AI dunia.