Pendiri Strategy, Michael Saylor, kembali menjadi sorotan pasar kripto. Namun kali ini bukan karena aksi borong Bitcoin, melainkan karena perusahaan memilih tidak membeli BTC pada pekan ini.
Sebagai gantinya, Strategy menggunakan dana sekitar US$1,38 miliar untuk membeli kembali obligasi konversi senilai US$1,5 miliar. Langkah tersebut membuat perusahaan menghemat sekitar US$120 juta dari total kewajiban utang.
Strategy Pilih Perkuat Keuangan
Keputusan ini cukup mengejutkan karena selama beberapa tahun terakhir Strategy dikenal hampir selalu menambah kepemilikan Bitcoin secara rutin.
Obligasi yang dibeli kembali merupakan convertible senior notes jatuh tempo 2029 yang sebelumnya dipakai perusahaan untuk mengumpulkan dana membeli Bitcoin.
Kini perusahaan justru memanfaatkan kondisi pasar untuk menebus utang di bawah harga nominal, sekaligus memperkuat posisi keuangan setelah mencatat rugi akuntansi besar akibat penyesuaian nilai aset BTC.
Saylor Beri Sinyal Akumulasi BTC Belum Berakhir
Meski tidak membeli Bitcoin minggu ini, Michael Saylor memberi sinyal bahwa strategi akumulasi BTC belum selesai.
Melalui unggahan di platform X, ia menulis:
“BitVac is charging.”
Istilah “BitVac” selama ini identik dengan mesin akumulasi Bitcoin milik Strategy dan sering dianggap sebagai kode bahwa perusahaan akan kembali membeli BTC.
Kepemilikan Bitcoin Strategy Masih Terbesar
Hingga 24 Mei 2026, Strategy masih menjadi perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar di dunia dengan total:
- 843.738 BTC
- Nilai aset sekitar US$64,4 miliar
- Rata-rata harga beli sekitar US$75.701 per BTC
Akumulasi tersebut dilakukan melalui lebih dari 110 transaksi sejak 2020.
Kritik Lama Muncul Lagi
Keputusan buyback obligasi ini juga kembali memunculkan kritik terhadap model bisnis Strategy yang dinilai terlalu bergantung pada utang dan kenaikan harga Bitcoin.
Ekonom Peter Schiff kembali memperingatkan risiko besar jika harga BTC mengalami penurunan panjang.
Namun sebagian analis melihat langkah buyback ini justru sebagai strategi manajemen modal yang lebih sehat sebelum perusahaan kembali melakukan ekspansi pembelian Bitcoin.
Analisis: Strategy Mulai Lebih Hati-Hati
Langkah Strategy menunjukkan perusahaan kini mulai lebih disiplin dalam mengelola risiko keuangan di tengah volatilitas pasar kripto.
Jika sebelumnya fokus utama hanya agresif membeli Bitcoin, kini Strategy terlihat mulai menyeimbangkan antara ekspansi aset dan stabilitas neraca perusahaan.
Meski begitu, pasar masih percaya Michael Saylor belum meninggalkan strategi bullish Bitcoin jangka panjang. Absennya pembelian BTC pekan ini lebih dianggap sebagai jeda sementara dibanding perubahan arah besar perusahaan.
Untuk saat ini, investor akan menunggu apakah Strategy kembali melanjutkan aksi borong Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika harga BTC kembali terkoreksi.