Pasar crypto mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah beberapa bulan bergerak penuh tekanan. Di tengah meningkatnya perhatian regulator Amerika Serikat terhadap aset digital, tiga crypto yakni Bitcoin, Solana, dan Zcash menjadi sorotan utama analis sepanjang Mei 2026.
Analis Motley Fool, Alex Carchidi, menilai ketiga aset tersebut memiliki katalis besar yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar dalam beberapa bulan ke depan.
Bitcoin kembali menarik perhatian setelah pemerintah Amerika Serikat dikabarkan akan memberikan pembaruan terkait Strategic Bitcoin Reserve (SBR). Pemerintah AS disebut memegang sekitar 328.000 BTC hasil penyitaan aset ilegal, setara sekitar US$25 miliar.
Pasar menilai langkah tersebut dapat menjadi sinyal bullish jika pemerintah memastikan Bitcoin tidak dijual ke pasar. Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran US$77 ribu dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,5 triliun.
Sementara itu, Solana mulai kembali dilirik investor setelah upgrade terbaru bernama Alpenglow aktif di testnet pada 11 Mei lalu. Upgrade ini diklaim mampu meningkatkan kecepatan transaksi dan kapasitas jaringan secara signifikan.
Meski TVL Solana turun menjadi sekitar US$5,5 miliar, banyak analis percaya implementasi Alpenglow dapat menarik kembali minat institusi besar terhadap ekosistem blockchain Solana.
Di sisi lain, Zcash menjadi salah satu crypto dengan performa paling mengejutkan tahun ini. Setelah sempat mengalami konflik internal di tubuh pengembangnya, proyek ini justru bangkit usai organisasi baru bernama Zodl mendapatkan pendanaan US$25 juta dari investor besar seperti Andreessen Horowitz dan Winklevoss Capital.
Sentimen positif tersebut membuat harga ZEC melonjak sekitar 127% dalam tiga bulan terakhir dan kini diperdagangkan di area US$636.
Dengan berbagai katalis besar tersebut, Bitcoin, Solana, dan Zcash dinilai menjadi tiga aset crypto yang paling layak dipantau dalam waktu dekat.