Risalah terbaru Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan Federal Reserve atau The Fed masih bersikap hawkish terhadap inflasi. Kondisi ini mulai memberi tekanan pada pasar kripto, termasuk Bitcoin.
Dalam laporan terbaru, mayoritas pejabat The Fed menilai suku bunga tinggi kemungkinan bertahan lebih lama. Bahkan, peluang kenaikan suku bunga tambahan masih terbuka jika inflasi kembali meningkat.
Sikap tersebut langsung memicu kekhawatiran investor karena suku bunga tinggi biasanya membuat dolar AS dan yield obligasi naik, sementara minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin melemah.
Analis pasar dari Capital.com, Daniela Hathorn, menilai Bitcoin saat ini sangat sensitif terhadap kebijakan moneter AS.
Menurutnya, area US$76.000 hingga US$74.800 menjadi support penting Bitcoin, sedangkan level US$82.000 menjadi resistance utama untuk memulai kenaikan baru.
Selain itu, pasar juga mulai memperhatikan pergantian kepemimpinan The Fed dari Jerome Powell ke Kevin Warsh yang diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan suku bunga ke depan.
Meski volatilitas masih tinggi, investor kini menunggu data inflasi AS dan keputusan FOMC berikutnya sebagai penentu arah pasar kripto dalam jangka pendek.