Kenaikan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat mulai memicu kekhawatiran pasar global. Di tengah utang nasional AS yang menembus US$39 triliun, investor disebut mulai mencari aset alternatif seperti Bitcoin.
Analis BitMEX Research, Shang Wu, menilai lonjakan yield menunjukkan menurunnya kepercayaan investor terhadap obligasi pemerintah yang selama ini dianggap aset aman.
Yield obligasi AS tenor 30 tahun bahkan sempat menyentuh 5,14%. Menurut Wu, kondisi tersebut dapat menjadi pemicu “supercycle” Bitcoin dalam jangka panjang.
“Bitcoin berpotensi diuntungkan karena investor mulai mencari aset lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang fiat,” ujar Wu.
Bitcoin dinilai menarik karena memiliki suplai terbatas hanya 21 juta BTC, berbeda dengan mata uang fiat yang dapat dicetak tanpa batas oleh bank sentral.
Selain tekanan utang AS, konflik geopolitik dan kenaikan harga energi global juga disebut memperbesar risiko inflasi. Kondisi itu membuat investor mulai melirik aset safe haven seperti emas dan Bitcoin.
Meski begitu, analis mengingatkan volatilitas pasar kripto masih tinggi sehingga investor tetap perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.