Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Ethereum Bertahan di US$2.100, Pasar Tunggu Arah Baru usai Pernyataan Vitalik

Posted on May 26, 2026

Harga Ethereum masih bergerak di kisaran US$2.100 pada perdagangan Selasa (26/5/2026), di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap pernyataan terbaru Vitalik Buterin soal aktivitas penjualan ETH oleh Ethereum Foundation.

ETH tercatat turun tipis sekitar 0,12% dalam 24 jam terakhir dan melemah 1,7% selama sepekan. Kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar US$253 miliar dengan volume perdagangan harian mencapai US$9,7 miliar.

Vitalik Bantah Ethereum Foundation Jual Besar-Besaran

Sentimen pasar mulai membaik setelah Vitalik menegaskan Ethereum Foundation tidak melakukan penjualan besar-besaran ETH seperti yang ramai dibahas pasar.

Menurut Vitalik, Ethereum Foundation kini lebih fokus pada pengembangan jangka panjang ekosistem, termasuk privasi, keamanan, dan pengembangan protokol inti Ethereum.

Ia juga menegaskan Ethereum Foundation hanya memegang sekitar 0,16% dari total suplai ETH sehingga bukan pengendali utama pasar Ethereum.

Pernyataan tersebut muncul setelah sebelumnya foundation diketahui melepas sebagian ETH hasil unstake dari Lido sepanjang Mei 2026.

Resistance US$2.400 Masih Jadi Penghalang

Meski sentimen mulai membaik, Ethereum masih kesulitan menembus resistance kuat di area US$2.400.

Sejumlah analis menilai terdapat tekanan jual besar atau sell wall dari whale market yang membuat kenaikan ETH terus tertahan di level tersebut.

Selama belum breakout di atas US$2.400, pergerakan Ethereum diperkirakan masih cenderung sideways atau konsolidasi.

Namun jika berhasil menembus area itu, target berikutnya diperkirakan berada di kisaran US$2.500.

Tekanan Bearish Belum Hilang

Beberapa indikator teknikal juga menunjukkan momentum Ethereum masih relatif lemah. Tekanan jual memang belum sebesar saat koreksi besar sebelumnya, tetapi arus modal keluar dari market masih terlihat.

Analis kripto juga menyoroti level US$1.850 sebagai area penting yang wajib dipertahankan Ethereum dalam jangka menengah.

Jika support tersebut jebol, ETH berpotensi turun lebih dalam menuju area US$1.560 hingga US$1.200.

Analisis: Ethereum Sedang Masuk Fase Wait and See

Turunnya volatilitas Ethereum ke level terendah sejak 2023 menunjukkan pasar saat ini sedang berada dalam fase wait and see.

Trader cenderung menahan posisi sambil menunggu katalis besar berikutnya, baik dari sisi fundamental, ETF, regulasi, maupun kondisi makro ekonomi global.

Pernyataan Vitalik memang membantu meredam kekhawatiran soal tekanan jual dari Ethereum Foundation. Namun secara teknikal, ETH masih membutuhkan breakout kuat di atas US$2.400 untuk mengubah sentimen pasar menjadi bullish kembali.

Untuk saat ini, area US$2.000 masih menjadi support utama Ethereum, sementara US$2.400 menjadi resistance terpenting yang menentukan arah harga selanjutnya.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Vitalik Buterin Mengatakan Ethereum Foundation Bukan Pusat dari Ethereum
  • AFX Meluncurkan Program Poin Mainnet untuk Memberi Penghargaan kepada Trader Sejati, Penyedia Likuiditas, dan Komunitas
  • Binance Australia Menambahkan Pemeriksaan Kripto Wajib
  • Grayscale Memilih Pemenang Teratas Blockchain dalam Undang-Undang CLARITY.
  • Harga XRP Bertahan Stabil karena Aktivitas Whale Turun 57%

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme