Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve ke-17 pada 22 Mei 2026 menggantikan Jerome Powell. Pergantian ini langsung menjadi perhatian pasar karena Warsh dikenal memiliki pandangan berbeda terhadap inflasi, suku bunga, dan Bitcoin.
Di tengah inflasi AS yang masih tinggi dan market kripto yang sensitif terhadap kebijakan moneter, kehadiran Warsh dinilai bisa membawa arah baru bagi pasar global.
Dikenal Hawkish Soal Inflasi
Kevin Warsh dikenal sebagai tokoh hawkish yang mendukung kebijakan moneter ketat. Ia sebelumnya pernah mengkritik kebijakan pencetakan uang besar-besaran The Fed pasca krisis 2008.
Saat ini Warsh mewarisi kondisi ekonomi AS yang masih penuh tekanan. Inflasi Amerika tercatat berada di level 3,3%, sementara suku bunga The Fed masih bertahan di kisaran 3,50% hingga 3,75%.
Dalam sidang konfirmasi Senat, Warsh menegaskan bahwa The Fed terlalu lama membiarkan inflasi tumbuh dan membutuhkan perubahan besar dalam strategi kebijakan moneternya.
Pernyataan tersebut membuat pasar menilai Warsh kemungkinan lebih memilih quantitative tightening (QT) dibanding cepat menurunkan suku bunga.
Punya Eksposur Kripto Lebih dari US$100 Juta
Meski dikenal hawkish, Warsh ternyata memiliki hubungan cukup dekat dengan industri kripto.
Laporan keuangan publik menunjukkan ia memiliki eksposur aset digital lebih dari US$100 juta, termasuk Bitcoin, proyek Layer-1, sektor DeFi, hingga infrastruktur pembayaran berbasis blockchain.
Warsh bahkan pernah menyebut Bitcoin sebagai “sustainable store of value” atau aset penyimpan nilai jangka panjang.
Pandangan ini membuat sebagian pelaku pasar menilai Warsh sebagai salah satu Ketua The Fed paling ramah terhadap kripto dalam sejarah AS.
Ingin Ubah Cara The Fed Bicara ke Market
Selain kebijakan suku bunga, Warsh juga disebut ingin mengubah gaya komunikasi The Fed terhadap pasar.
Ia dikabarkan ingin mengurangi forward guidance dan mengurangi sinyal terbuka kepada investor terkait arah kebijakan moneter.
Langkah tersebut berpotensi membuat pasar, termasuk kripto, menjadi lebih volatil karena investor akan lebih sulit membaca arah kebijakan The Fed ke depan.
Analisis: Bitcoin Bisa Tertekan Jangka Pendek, Positif Jangka Panjang
Kehadiran Kevin Warsh menciptakan kombinasi unik bagi pasar kripto.
Di satu sisi, kebijakan suku bunga ketat dan likuiditas yang lebih terbatas berpotensi menekan harga Bitcoin dalam jangka pendek. Market kripto biasanya sensitif terhadap kebijakan hawkish karena dana investasi cenderung lebih berhati-hati.
Namun di sisi lain, pandangan Warsh yang lebih terbuka terhadap aset digital bisa menjadi sentimen positif jangka panjang bagi industri kripto.
Jika regulasi dan pendekatan The Fed terhadap Bitcoin menjadi lebih netral atau akomodatif, hal itu dapat meningkatkan kepercayaan institusi terhadap pasar crypto dalam beberapa tahun mendatang.